Politik, Liputan, Humor, Budaya

Sabtu, 03 Oktober 2015

Saat Aku Teringat


Saat Aku Teringat
Buat semua yang aku cinta

Saat aku melihat bulan
Aku teringat wajah kekasihku
Dan dunia tempat dia merantau
Yang penuh keserbaduniaan

Haru biru hati ini jadinya
Saat dia kisahkan dia hanya ingin itu
Untuk memenuhi citanya
Menjadi guru
Dan mendekatkan diri pada-Nya

Saat aku melihat gunung-gunung
Sosok orang tuaku terngiang-ngiang
Ayah yang ingin hidup di desa di hari tua
Namun tak mau berhenti bekerja walau sudah senja
“Selama masih bisa” katanya
Ibu yang tak pasti kabarnya
Walau selalu bilang baik-baik saja
Tapi gamblang di depan mata
Bahwa kami bukan keluarga kaya
Yang bisa tenang-tenang saja

Saat aku melihat laut lepas
Aku teringat generasiku yang belum bebas
Dijepit antara ekonomi pasar bebas
Dan adat lama yang menindas
Dijerat nestapa bangsa yang terhempas

Saat aku membaca sajak ini
Aku berpikir lagi
Tentang semua tadi

14 juli 2010, Pagi dalam Kerja dan Asmara

Tidak ada komentar:

Posting Komentar